Rabu, Oktober 17, 2012
0
SANGATTA-(IDB) : Peluncur roket multi RM-70 GRAD masih jadi andalan Marinir TNI AL. Dari demo penembakan di perbukitan Sangatta, Kalimantan Timur, penggunaan senjata ini sudah cukup memancarkan kekuatan yang mereka miliki. Gemuruh roket-roket kaliber 122 mm yang melesat dari deretan 10 x 4 peluncur yang bertengger di atas dua truk Tatra mewarnai salah satu serangan Marinir TNI AL dalam latihan Armada Jaya XXXI/2012. Angkasa/Commando beruntung bisa mengabadikan demo penembakan salah satu senjata TNI AL ini, karena dari sini kami bisa menjelaskan kepada Anda seperti apa roket-roket itu keluar dengan lidah api dari peluncurnya.

Selain RM-70, Marinir TNI AL juga mendemokan penembakan Howitzer HOW-105 guna mendukung serangan yang dilakukan BMP 3F dan LVT-7. Serangan artileri ini dilakukan setelah lebih dari dua ribu prajurit mendarat di Pantai Sekerat, Sangatta, Senin (15/10) dinihari. KSAL Laksamana TNI Soeparno, Direktur Latihan Laksda TNI Arief Rudianto, berserta pimpinan TNI AL meninjau langsung bagian terakhir dari skenario penguasaan kembali wilayah Indonesia yang dikuasai musuh ini. Sebelum Marinir menyerang, seperti dilaporkan Angkasa/Commando, Minggu (14/10), kapal perang TNI AL KRI-354 Oswald Siahaan telah mematahkan lebih dulu kekuatan laut musuh dengan serangan rudal Yakhont.

RM-70 adalah senjata artileri buatan Cekoslovakia yang digubah dari BM (Boyevaya Machina)-21 GRAD rancangan Rusia. Sesuai angka yang tertera di belakang namanya, Raketomet Vzor ini diperkenalkan pada 1970. Daya gempur RM-70 sendiri dilaporkan lebih tinggi dibanding BM-21. Dengan total berat peledak sekitar 256 kg, 40 roket yang ditembakkan dikatakan mampu menimbulkan kerusakan di wilayah sekitar tiga hektar. Oleh karena teknik penggunaannya yang sederhana dan mudah diperoleh, senjata ini cukup banyak ditemukan di wilayah konflik Afrika dan Timur Tengah. Di Lebanon, peluncur roket ini juga dikenal dengan nama Katyusha. Indonesia sendiri telah mengadopsi roket ini untuk roket RHan-122 yang tengah dipersiapkan masuk tahap produksi.




Sumber : Angkasa

0 komentar:

Poskan Komentar